Tuesday, December 2, 2014

Never Stop Running

Chapter 1 : Düster

Dimas terdiam menatap gelapnya langit sore itu, pandangannya kosong seperti tidak ada kehidupan. Ia sudah terpaku selama beberapa jam di lantai atas kantin dekat kantornya, yap... Dimas ialah seorang karyawan swasta yang bekerja di sebuah perusahaan swasta. Melihat tindak tanduk Dimas yang aneh, Bob penasaran dan mencoba mencari tahu keadaan si Dimas.

"Woi...Ngapa dah lo, Perasaan makin hari makin aneh?" sapa Bob.

"..........." Diam membisu.

"WOIIIII......" Teriak Bob pada Dimas.

"Apa dah, Berisik lo.....gw lagi menikmati kelamnya langit sore ini, Sekelam hati gw sekarang" sambil memasang muka melow.


"Wkwkwkwkwkwkwkwk..........." Tertawa lepas melihat sikap Dimas.

Dimas adalah orang yang hidupnya bebas dan suka bersikap seenaknya. terkadang sikapnya membuat orang disekitarnya jengkel, hobinya yang suka ngelawak itu membuat suasana disekitarnya menjadi ceria, namun kadang kala candaanya suka tidak pada tempatnya dan membuat beberapa orang tidak suka dengannya.

"WOI....udah abies neh jam istirahat, balik kantor yuk teriak Rico pada si Dimas dan si Bob.

"OK..Tungguin gw, cuy ayok masuk ntar disetrap si boss lo"

"Duluan dah lo, gw masih pengen disini........" Pinta Dimas.

"Buset dah masih aja melow lo...ayok buruan gw tinggal neh"

"dah duluan aja, gw ntar langsung cabut ke tempat Customer"

"oooo...ya udah gw cabut yak..hari gw jaga kandang"

"seeppppp"

Kemudian Rico dan Bob Kembali ke kantornya, sedangkan Dimas masih menatap langit. Sepertinya ia enggak untuk beranjak dari tempatnya sekarang, karena gelapnya langit pertanda hujan akan segera turun.

Kenapa dengan Dimas? apa yang membuat dirinya yang periang itu menjadi Muram? dan kehilangan semangatnya?

Dikantor, sekembalinya Rico dan Bob dari jam istirahat mereka berpapasan dengan Nia staff Accounting yang juga baru kembali ke kantor selepas jam instirahat.

"eh ada si eneng geulis" goda bob ke Nia.

"eh, iya mas Bob makan dimana tadi ?" tanya Nia sambil melemparkan senyum.

"Tadi gw makan di warung sate Belakang, bareng Rico and Dimas".

"Bareng sama dimas ?" tanya Nia semangat.

"iya, tapi dia langsung capcus dia ketempat Customer." balas Bob

"Oooo, tapi di nanti balik kekantor lagi khan ?" tanya Nia makin penasaran.

"Gak tau deh, dia kagak bilang apa-apa seh ma gw."

"Oke deh kalo gitu, gw ke atas dulu yak udah ditungguin sama yang lain.....bye Bob" sambil menuju tangga ke Lantai 2.

"Seep Non." bales Bob

Saat Nia pergi ke atas menuju lantai 2 dimana tempanya bekerja, dari bawah tangga si Bob berusaha untuk mengintip sesuatu yang berada didalam rok merah yang tingginya beberapa senti diatas lutut itu dari bawah tangga, sembari menikmati pemandangan tersebut si Rico yang dari tadi diam saja disebelah Bobi bertanya.

"Warna apa cuy hari ini?" Tanya Rico.

"Hari ini warna krem cuy." jawab Bobi sambil terus memperhatikan pemandangan tersebut.

"What the hell are your doing here.......Jerk!!!!". sambil menjewer kedua kuping Bobi dan Rico.

"Damn....monsterrrrr!!!" dan merekapun berdua lari ke lantai 3 tempat para Divisi Support Service berada.

"Dasar, semua cowok itu sama........." kata Elena.

"That's it true........" jawab Mellisa.

Ternyata tanpa sepengetahuan Bobi dan Rico ada Mellisa dan Elena yang diam-diam memperhatikan gerak gerik mereka dari belakang. Elena yang bekerja di bagian HRD memang sangat akrab dengan Mellisa yang berada di Divisi yang sama. Keakraban mereka karena kesamaan daerah mereka lahir yaitu Manado

Mellisa merupakan Gadis Blasteran Jerman - Manado dan menempuh pendidikan di Inggris sampai kuliah. sedangkan Elena ialah Dara Asli Manado  yang menempuh pendidikan Sarjana di Singapura.
Mereka berdua memang terkenal sebagai Hatersnya para laki-laki hidung belang seantero kantor.


                                                                                                                                                        つづく

0 comments:

Post a Comment

 
Copyright © Jugovic Land