
Suatu hari si anak pulang sekolah dengan muka masam dan terlihat kesal, ayahnya pun bertanya padanya "Ada apa denganmu? kau terlihat sangat marah?" tanya ayahnya. "Disekolah aku dimarahin ibu guru karena tidak bisa menyelesaikan tugas prakarya yah" katanya.
"Apa kau sudah mengerjakannya semampumu nak?"
"Aku sudah mengerjakannya yah, namun ditengah jalan aku merasa tidak mampu untuk menyelesaikannya, jadi kuputuskan untuk berhenti mengerjakannya dan mencoba mengerjakan yang baru, namun ternyata aku merasa hasilnya tidak akan baik lalu aku mencoba lagi sesuatu yang baru. Tetapi waktunya sudah habis dan aku tidak menyelesaikan 1 Tugaspun." katanya.
"Kenapa kau tidak mengerjakan tugas yang pertama kamu buat nak?" tanya si ayah.
"Khan aku udah bilang yah kalo aku merasa gak mampu untuk menyelesaikannya, kelihatannya mudah untuk dikerjakan tapi begitu dipraktekan ternyata sulit yah."
"Bukannya tidak mampu, kamu hanya terlalu mudah menyerah nak".
"Duduk disini dan dengar cerita ayah." pinta ayahnya.
"Suatu hari ada seorang ayah dan anak yang hendak pergi berekreasi di gunung. Setelah sampai di kaki bukit ayah dan anak tersebut turun dari mobilnya dan meneruskan perjalanan dengan berjalan kaki menuju puncak gunung. jalan yang mereka tempuh awalnya menyenangkan, karena mereka bisa melihat hewan-hewan lucu yang berkeliaran dan indahnya bunga-bunga yang mereka temui selama perjalanan. Si anak terlihat senang dan gembira saat itu, terkadang begitu melihat kelinci si anak berlarian mengejar kelinci itu, walaupun gagal karena kelinci itu terlalu cepat namun yang tersirat di wajah anak itu ialah kegembiraan. Perjalananpun dilanjutkan ditengah perjalanan si anak dan ayahnya menjumpai banyak halangan, dari terjalnya rute pendakian, banyaknya tanaman-tanaman berduri yang terkadang membuat si anak menangis dan enggan untuk melanjutkan perjalanannya. Namun mereka terus mendaki untuk bisa mencapai puncak. Hingga mereka menemukan daerah yang dipenuhi bebatuan dan batang pohon kering. Si anak menyerah dan meminta ayahnya untuk turun saja dan mendaki gunung yang lebih mudah atau gunung yang rutenya lebih pendek. Namun ayahnya berusaha menegarkan hati anaknya itu untuk terus maju kedepan dan melewati segala rintangan yang ada didepan. Si anakpun akhirnya mau mengikuti ajakan ayahnya untuk melewati kumpulan batu-batu tersebut. Sewaktu melewati tempat tersebut banyak kejadian menyeramkan yang dialami oleh ayah dan anak tersebut, dari runtuhnya beberapa kumpulan batuan yang nyaris mengenai mereka, tersandungnya si anak karena batang-batang pohon kering yang membuatnya harus jatuh berkali-kali dan membuat si anak kembali meminta ayahnya untuk turun kembali ke bawah. Si ayah tidak kehabisan akal untuk membawa si anak ke puncak. Ia menggendong si anak dan meletakkannya di pundaknya, dengan demikian si anak bisa melihat sesuatu lebih jauh, agar jika sewaktu-waktu ada bebatuan yang jatuh atau ada batang pohon yang menggagu jalan mereka, si anak bisa memberitahu si ayah untuk menghindar atau berbelok untuk menghindari batuan maupun batang pohon tersebut. Mereka saling bahu membahu untuk bisa mencapai puncak, dan setelah sampai dipuncak mereka melihat matahari terbit bersama dengan para pendaki lain yang juga sudah sampai dipuncak. Si anak menangis namun terpancar sukacita diwajahnya, karena telah melewati rintangan yang menghadang selama perjalanan mereka dan akhirnya menikmati keindahan alam yang sangat luar biasa tersebut."
Terkadang kita juga seperti si anak yang takut sewaktu menghadapi masalah yang berat, entah itu dalam hal pekerjaan, mata pelajaran disekolah, hubungan percintaan, dalam keluarga maupun dalam masyarakat.
Disaat kita melewati jalan yang dipenuhi dengan kerikil-kerikil tajam dan pohon-pohon berduri kita menjadi gentar sehingga tidak mau menyelesaikan apa yang sudah kita mulai, kita berpikir untuk kembali ke jalan awal dan memulainya kembali melewati jalan lain yang mungkin akan lebih mudah untuk dilalui. Padahal ada kemungkinan bahwa kita akan kembali melewati rintangan yang sama atau bahkan lebih berat dari sebelumnya. Jika kita yakin akan mampu melewati rintangan yang ada didepan kita, suatu saat rintangan tersebut akan membuahkan hasil yang lebih indah, tanpa perlu mengulangi lagi kegagalan-kegagalan yang mungkin akan menimpa kita.
Jadi hadapi segala rintangan yang ada didepan kita bersama orang-orang yang kita percayai bisa melewatinya dan yakini bahwa anda bisa melewatinya sehingga hasil yang akan diperoleh akan sangat luar biasa.
Note: Mohon maaf kalo susunan kata2nya ada yang kurang pas(kritik dan saran akan sangat membantu bagi penulis, salam bloging :)






0 comments:
Post a Comment